atas kebaikan teman-teman mantan aktifis pers mahasiswa UI, yakni mantan pengelola majalah Suara Mahasiswa UI dan bergerak! UI, maka telah hadir www.indrapiliang.com.
silakan bagi yang ingin mengakses sejumlah tulisan terbaru saya, terutama yang terbit di media, baik media nasional atau lokal. terima kasih kepada Tono dan teman-teman lain yang telah memberikan website itu. tentu, ada harganya, dan ini bukan untuk dipublikasikan. sementara, baru uji coba.
salam ta’zim,
Indra J Piliang

6 comments
Comments feed for this article
November 2, 2007 pada 1:57 am
indonesiantunes
sip, uda indra. terus menulis dan kritis… ini yang saya lihat belum berubah sejak mahasiswa dulu. sukses buat perjalanan uda..
salam bergerak
sutono r lysthano
managing director BERGERAK COMMUNICATIONS
http://www.bergerak.com
tono@bergerak.com
Februari 11, 2008 pada 5:30 pm
Taufik Al Mubarak
saya banyak mendapatkan pencerahan dari membaca tulisan-tulisannya mas indra. dari dulu saya selalu mengikuti tulisan mas di koran (terutama kompas). tapi sepulang saya ke Aceh, dunia saya makin sepi dengan membaca, dan saya juga jadi malas menulis. saya betul-betul mandul pulang ke Aceh. padahal, saya dulu pernah berkonsultasi dengan mas masalah menulis. masih ingat kan mas?
April 16, 2008 pada 5:07 am
jaya
terima kasih artikelnya…
bisa dijadikan bahan untuk tugas kuliah…..
April 28, 2008 pada 2:29 am
mahardika yudha
indra, saya mahardika yudha. sekarang ini saya sedang meriset bioskop lenteng agung. bisakah saya bertemu dengan anda untuk mengobrol-ngobrol tentang pengalaman anda bersama arfandi kepada bioskop lenteng agung? terima kasih
September 11, 2008 pada 9:02 pm
RANI BADRI KALIANDA MUHAMMAD
Bung IJP, usai makan sahur saya buka blog Anda…Tulisan – tulisan Anda banyak yang menarik dan memberi pencerahan buat saya…Kalau Anda berkenan saya mau bersahabat dengan Anda dan mengirim email pribadi pada Anda, supaya saya lebih leluasa bercerita dan apa saja yang akan saya buat untuk NKRI yang saya cintai ini.
Agak sedikit sok nih saya hehehe… Judul blog Anda tertera … kembalikan, kampung Halamanku…kalau boleh usul, kata “kembalikan”, bisakah di ganti menjadi “Kupersembahkan” dan lengkapnya menjadi Kupersembahkan, Kampung halamanku. Mengapa?, kata kembalikan dalam istilah teater beatnya atau konotasinya bernada tuntutan…atau anda menuntut. Padahal kalau tidak salah tujuan Anda kembali ke Sumbar adalah untuk menjadikan Sumbar Propinsi di NKRI, yang mampu melahirkan kembali Tokoh-tokoh hebat seperti H. Agus Salim, Tan Malaka, Hatta, Hamka dsb.
Kalau tidak salah, setiap kata yang keluar dari diri kita, apakah melaui lisan dan tulisan, akan mempengaruhi pola pikir dan pola laku kita. Nah kata kembalikan akan melahirkan pola pikir dan laku lebih banyak menuntutnya daripada memberinya. Tentu Bung masih ingat, setiap umat Muslim di haruskan mengucapkan kata Bissmilah setiap melakukan aktivitas
September 11, 2008 pada 9:10 pm
RANI BADRI KALIANDA MUHAMMAD
Bissmillah = Dengan mengucap nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, artinya kalau kita Hamba Allah, yg harus dia lakukan adalah memberi dulu…dan pasti Allah pasti akan memberi apa yang ia beri. Begitupun dalam kepercayaan kristiani, Yesus datang ke muka Bumi adalah untuk melayani manusia, jika dia umat kristus dia harus melayani lebih dulu bukan minta dilayani, Sang Budha mengatakan, kita baru akan menemukan apa yang kita cari setelah kita berhenti mencari, artinya apa yang kita cari baru kita temukan kalau kita memberi, Umat hindu mengenal Trihita Kirana…
Sekali lagi sukses selalu Bung…Negeri ini butuh pemimpin yang punya Cinta dan kejujuran…seperti Raden Sutasoma yang punya panah cinta.
Salam
RB